Pada tanggal 12 dan 13 Mei 2018 LPPM UAD melaksanakan pelatihan kewirausahaan yang dilakukan di Gunung Kidul. Program ini merupakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai oleh kemenristekdikti tahun 2018. PKM yang diadakan di balai desa Ngoro-Oro ini dimulai pada tanggal 12 Mei 2018 dan berkelanjutan yang sampai saat ini masih dilakukan pendampingan. Pendampingan ini dilakukan hingga beberapa bulan kedepan untuk melihat perkembangan masyarakat setempat. Program ini diketuai oleh Muchsin Maulana dan beranggotakan Fatwa Tentama, Sulistyowati, Surahma Asti Mulasari dan Tri Wahyuni Sukesi.

Pelaksanaan program ini diawali dengan acara pembukaan yang dilakukan oleh pemerintah Desa Ngoro-Oro yang diwakili oleh kepala desa dan sekretaris desa Ngoro-Oro dan pihak LPPM UAD. Program ini secara umum betujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Gunung Kidul khususnya masyarakat Desa Ngoro-Oro melalui program kewirausahaan. Target dari program ini adalah masyarakat memiliki motivasi berwirausaha yang tinggi sehingga peluang untuk melakukan perilaku berwirausaha menjadi lebih besar melalui pengetahuan dan ketrampilan kewirausahaan yang telah diberikan oleh Tim PKM.

Mitra utama program ini adalah dusun Jatikuning dan dusun Soka. “Adanya program ini diharapkan masyarakat khususnya Jatikuning dan Soka memiliki motivasi untuk dapat memanfaatkan peluang yang ada disekitarnya seperti memanfaatkan limbah pertanian atau sampah rumah tangga dan mengolahnya menjadi produk-produk yang bermanfaat bahkan mempunyai nilai jual” tutur Muchsin Maulana selaku ketua tim.

Program kewirausahaan merupakan program yang sangat dibutuhkan untuk dilakukan saat ini. Banyaknya pengangguran dan sempitnya lapangan kerja saat ini menjadi permasalahan yang harus segera diselesaikan. “Kami memulai upaya untuk mengatasi dan mengurangi pengangguran dari lingkungan masyarakat pedesaan, terutama desa terpencil yang tingkat perekonomiannya rendah, di sana banyak didapatkan limbah pertanian dan limbah peternakan yang dapat diolah dan dimanfaatkan menjadi produk-produk yang memiliki nilai jual sehingga dari peluang ini dapat lahir wirausahawan-wirausahawan baru dari masyarakat pedesaan” Tutur Fatwa Tentama, dosen yang fokus dibidang kewirausahaan.