Pos

Capaian Tertinggi Paten (Paten Granted) Diberikan Kepada Dosen Fakultas Psikologi UAD

Dosen fakultas psikologi Dr. Fatwa Tentama, S.Psi., M.Si. mendapat capaian tertinggi (paten granted) pada bulan Mei 2021. Fatwa Tentama atau akrab disapa Teten. Berhasil membawa dua dari lima invensi dalam bentuk alat, metode dan proses mencapai status diberi paten (Paten Granted). Dua invensi lainnya sudah ada pada tahap hasil pemerikasaan dan satu invensi sedang pada tahap pemeriksaan substantif paten. Teten menjelaskan bahwa pencapaian yang diraihnya butuh waktu, proses serta melalui jalan yang berliku. Namun, secara umum ia merasa semua berjalan lancar.

Paten Granted adalah capaian tertinggi dari bidang penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Hal tersebut didapat dari penghargaan angka kredit tertinggi yang diberikan dari Pedoman Oprasional Penilaian Angka Kredit (PO-PAK). Kenaikan jabatan akademik/pangkat dosen yang menunjukkan angka capaian kredit paling tinggi 60.

Tergolong dosen muda, Fatwa Tentama mengungkapan “capaian tertinggi saya saat ini adalah paten granted. Setelah sebelumnya saya sampai pada artikel jurnal internasional bereputasi. Sehingga saya merasa sangat bangga mendapatkan paten grented. Selain itu karya saya juga sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas”.

Teten juga menambahkan bahwa ia memiliki satu invensi berupa paten (non sederhana) yang membutuhkan waktu selama enam tahun untuk sampai pada setatus diberi paten. Saat itu Teten dan rekan kelaborasinya pertama kali mengajukan pada 2015 dan baru bulan Mei 2021 diberi setatus paten.

Dosen muda ini menghasilkan invensi-invensi yang tidak hanya murni ilmu psikologi. Teten melakukan kelaborasi dengan disiplin ilmu lain. Ia menuturkan “salah satu kata kunci dari inovasi dan pencapaian paten granted  adalah kelaborasi. Saya selama ini berkelaborasi dengan keilmuan kesehatan masyarakat (FKM), pendidikan vokasi (MPGV), serta teknik industri (FTI)”.

Invensi yang berhasil diberi paten diantaranya adalah alat cetak briket biorang industri rumah tangga dengan nomor paten P000076244, alat tersebut merupakan media berwirausaha dalam meningkatkan intensi berwirausaha juga prilaku berwirausaha. Alat pengelola citra untuk mengidentifikasi penggunaan secata on-line dan real time dangan nomor paten S22202000283, alat tersebut berguna untuk mengidetnifikasi kesiapan kerja dan kinerja siswa Sekolah Mengengah Kejuruan (SMK) dlam Praktek Kerja Industri.

Paten adalah hak ekslusif yang didapatkaan inventor atas invensinya di bidang teknologi selama waktu tertentu, yang dilaksanakan sendiri atau memberikan persetujuan pada pihak lain untuk melaksanakannya. Invensi merupakan ide dari inventor yang kemudian dituangkan dalam suatu kegiatan berupa pemecahan masalah yang spesifik di bidang teknologi. Bentuknya dapat berupa alat, produk, metode, proses atau penyenpuranaan penggembangannya.

Fatwa Tentama memberikan ucapan terimakasih kepada Sentra Kekayaan Intelektuan (KI) LPPM UAD karena telah memberikan dukungan dana dan membantu mendampingi serta mengawal proses pengajuan paten sampai granted. Ucapan terimakasih juga ia tujukan pada Fakultas Psikologi UAD yang selalu memberikan arahan-arahannya dan kesempatan untuk berkarya.

Berbakat Stand Up Comedy, Dosen Psikologi Raih HKI

Sumber:wisnupcp2019

Unggul Haryanto Nur Utomo S.Psi.,M.Si adalah salah satu dosen Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Akrab disapa Pak Unggul. Stand up comedy adalah salah satu metode penyampaian materi mata kuliah beliau. Indero Warkop dan Komen Hifsi  pernah mengunjunginya untuk memberikan golden tiket  Stand Up Comedy Indonesia season 6 pada 2015.   Menurut beliau “humor adalah cerdas dan mencerdaskan”.

Pak Unggul sukses kembangkan alat ukur digital Skala Kepekaan Humor (SKH), bersama timnya. Serta meraih sertifikat dari Hak Kekayaan Intlektual (HKI) Hak cipta pada 13 Mei 2020. Sejak tahun 2006, dalam Tesisnya SKH menjadi fokus khusus dalam bidang penelitian. Dan hingga saat ini masih terus menjadi konsentrasi dengan topik Humor khusus alat ukur.

SKH mempertimbangkan, seseorang dengan sense of humor yang baik. Kesehatan mentalnya terjaga. Dan dapat menularkan mental yang sehat kepada lingkungannya. “Karena tertawa, tanpa mentertawakan kelemahan atau kekurangan orang lain adalah  sehat dan menyehatkan” jelas bapak unggul.

Sebelumnya SKH versi cetak disusun dan dikembangkan oleh  Dr. Nida Ul Hasanat, M. Si. bersama Prof. Dr. Subandi, M.A,Ph.D. Keduanya adalah dosen psikologi dari Universitas Gajah Mada (UGM).  Dikembangakan kembali menjadi versi digital oleh Unggul Haryanto Nur Utomo S.Psi.,M.Si dosen psikologi UAD. Berkelaborasi dengan staf IT Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Untuk mentransformasi SKH versi cetak menjadi SKH versi digital.

SKH versi digital memiliki berbagai kelebihan. Efisien dalam penggunaan waktu dan tenaga. Hemat biaya dalam proses pengumpulan data kuantitatif. Dan menjadi sangat berguna jika penelitian membutuhkan big size sample. SKH versi digital akan lebih efektif digunakan untuk proses analisis data penelitian. Hal ini bisa terjadi karena skor mentah dari respon subjek pada setiap aitem akan terekam secara otomatis. Data tersebut akan berupa format excel menjadikan data siap di analisis.

Pak unggul, dua puluh tahun menjadi dosen. Beliau pernah meraih penghargaan sebagai dosen terfavorit 2015. Dalam acara Pychoaward yang diadakan oleh (Badan Eksekutif Mahasiswa) BEMF psikologi. Beliau berpesan “asah terus hardskills dan softskills yang kalian miliki, percayalah itu akan meningkatkan kualitas diri” Bapak Unggul.

(ay)

Dosen Psikologi UAD Raih Anugrah Inovasi Tahun 2018 kota Yogyakarta

Fatwa Tentama, dosen Fakultas Psikologi UAD berhasil meraih Anugerah Inovasi dan Penelitian Tahun 2018 ini. Pengumuman ini disampaikan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Pemerintah Kota Yogyakarta pada Kamis (27/12/2018). Anugerah Inovasi 2018 ini merupakan pemberian penghargaan kepada penemu, penerap, dan atau pengembang ilmu pengetahuan dan teknologi/iptek yang dibuktikan dengan adanya karya inovasi yang telah diciptakan dan bermanfaat bagi masyarakat khususnya di Kota Yogyakarta. Seleksi tahap pertama dilakukan bulan April-November 2018 dan yang telah lolos seleksi tahap pertama dilanjutkan seleksi tahap kedua presentasi penilaian pada Jumat (21/12/2018).

Karyanya berjudul “Set alat cetak briket sampah” yang merupakan hasil ciptaan Fatwa Tentama bersama timnya Surahma Asti Mulasari, menyingkirkan ratusan karya lainnya setelah melalui seleksi ketat. Produk tersebut merupakan hasil karya dari dua disiplin ilmu yang berbeda. Fatwa Tentama yang fokus dibidang Psikologi industri dan kewirausahaan serta banyak meneliti tentang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) khususnya kesiapan kerja dan Surahma Asti Mulasari yang fokus dibidang Kesehatan Masyarakat khususnya mengenai sampah berhasil membuat teknologi tepat guna untuk mengolah sampah menjadi briket yang nantinya dapat memberdayakan masyarakat untuk berwirausaha mandiri, menjadikan masyarakat yang menganggur menjadi siap bekerja dan mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah.

“Alhamdulillah perjuangan kami berbuah hasil yang memuaskan, kami berhasil meraih Juara 1 dan mendapatkan Anugrah Inovasi 2018 serta uang apresiasi dari pemerintah kota Yogyakarta” tutur Fatwa Tentama. Tujuan dari pemberian penghargaan ini adalah menumbuhkan dan mendorong semangat, kreatifitas, dan partisipasi masyarakat dalam berinovasi melalui penerapan dan pengembangan iptek serta penelitian dan juga memberikan apresiasi karya-karya penelitian, dan inovasi penerapan serta pengembangan iptek di masyarakat Kota Yogyakarta.