Pos

Fakultas Psikologi UAD ikuti Rakornas ILMPI 2018

Lima Mahasiswa Fakultas Psikologi UAD, yang tergabung dalam ILMPI (Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia) mengikuti rapat koordinasi nasional ILMPI di Jakarta. Acara ini berlangasung mulai tanggal 28 September sampai dengan 2 Oktober 2018 di Universitas Pancasila Jakarta. Lima mahasiswa tersebut antara lain: Nur Layla Ramadani (2015), Anisa Nur Laela (2016), Maisi Yantina (2016), Yasin Syarif (2016), Bagaskara (2016).

Peserta selama lima hari mengikuti rapat sidang yang bertempat di LPMP DKI Jakarta, serta mengikuti Seminar Nasional bertajuk “revolusi mental “yang bertempat di Universitas Pancasila. Rakornas sendiri merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh ILMPI guna menyelaraskan dan membangun sinergitas antar anggota ILMPI. Rakornas kali ini merupakan rakornas yang ke 8 yang sebelumnya dilaksanakan di Sumbawa.

UAD sendiri masuk dalam anggota ILMPI wilayah 4 yaitu meliputi Daerah Istimewa Yogyakarta bersama UII, UNISA, UTY, UGM, UNY, UP 45, UMBY, UIN Sunan Kalijaga, UST, Sanata Dharma. Selain sebagai anggota ILMPI, Fakultas Psikologi UAD juga menjadi badan pengawas organisasi wilayah 4 yang ditetapkan di Mukeras Jambi 2017.

ILMPI merupakan satu-satunya organisasi mahasiswa psikologi tingkat nasional, yang mewadahi seluruh Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) Psikologi Indonesia. ILMPI sendiri berdiri sejak  tahun 2011, seiring dengan berkembangnya zaman ILMPI terus berbenah. Sampai sekarang, jumlah anggota yang tergabung dalam ILMPI sebanyak 98 Universitas, yang terbagi dalam 7 wilayah sesuai dengan letak geografis Universitas anggota.

“Belajar tidak boleh disempitkan semata hanya duduk dibangku kelas mendengarkan dosen menyampaikan materi. Belajar bisa dimana saja termasuk dengan mengikuti organisasi. Mahasiswa dengan IPK tinggi saja tidak cukup, mahasiswa butuh soft skill yang nantinya akan berguna di masa yang akan datang. Semua itu bisa kita dapatkan dengan berorganisasi.” Ungkap Anisa Nurlaela.

Memberdayagunakan Potensi Generasi Milenial dalm Berkarir

“Acara tadi merupakan acara yang menarik, luar biasa dan sangat menginspirasi anda calon-calon psikolog. Acara tadi sangat membantu  anda kedepan, dan acara ini seharusnya diadakan setiap tahunya dan ditiru oleh seluruh Fakultas Psikologi di seluruh nusantara. Saya sangat berbahagia dan berterimakasih kepada seluruh pihak, happy milad Fakultas Psikologi UAD semoga sukses dan jaya selalu,”  tukas  Roslina Verauli S.Psi, M.Psi Psikolog saat memberikan testimoni.

Sebagai salah satu rangkaian acara ulang tahun psikologi UAD yang ke -22, PCP (Psychologi Career Planing) kembali terselenggara Sabtu (16/12/2017). Bertempat di Auditorium kampus 1 UAD, acara ini terselenggara berkat kerjasama antara Dekanat, BEM dan panitia. PCP sendiri merupakan acara tahunan yang bertujuan untuk merencanakan karir mahasiswa kedepanya, khususnya Psikologi. Diisi oleh pemateri-pemateri  yang ahli di bidangnya, acara ini menarik sekitar 200 peserta dari berbagai universitas di Indonesia. Pada tahun ini PCP berkesempatan mendatangkan 3 pembicara yaitu  Roslina Verauli, S.Psi, M.Psi, Psikolog, Dr. Sumaryono, M.Si, Psikolog dan Irwan Dewanto S.Psi, M.Si.

Generasi yang terlahir dengan segala kemajuan teknologi (milenial) memang menjadi fenomena yang harus diperhatikan. Generasi ini yang diperkirakan akan mengisi pasar dunia kerja pada tahun 2030. Sehingga perlu adanya persiapan dan kematangan individu kususnya dalam penggunaan teknologi supaya bisa maksimal dalam berkarir. Sikap generasi milenial yang terkenal dengan keinginanya yang instan dan tidak mau terikat peraturan, memerlukan penyesuaian ketika harus bekerja dengan lingkungan yang diisi oleh generasi-generasi  sebelumnya.

Mengusung tema Memberdayagunakan Potensi Generasi Millenial dalam Berkarir, diharapkan para peserta  dapat menggunakan kemajuan teknologi agar memberi manfaat pada dirinya. “Kemajuan teknologi akan memberi manfaat bagi penggunanya jika diimbangi dengan human ware yang bagus pula,” ujar  Dr. Fadlil M.T  selaku Wakil Rektor 3 saat memberi sambutan.

Selain itu beliau berpesan agar semua peserta menyimak dengan baik apa yang disampaikan oleh pemateri, “ Semoga semua peserta yang hadir disini dapat memperhatikan dengan baik apa yang disampaikan pemateri, supaya tau bagaimana kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kemajuan human ware . Agar kemajuan teknologi tidak disalah gunakan ketika human ware nya tidak memenuhi”. 

Dra. Elli Nur Hayati, MPH., Ph.D ajak Dosen dan Mahasiswa ke New Zaeland

Dra. Elli Nurhayati, MPH., Ph. D salah satu Dosen Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan berkesempatan mengunjungi New Zaeland selama dua bulan pada tanggal 2 Agustus hingga 24 September 2017. Dosen yang menempuh doktoral di Swedia ini diundang oleh Massey Universiti New Zaeland dengan beberapa agenda kegiatan seperti mengajar, melakukan penelitian bersama, dan studi banding penanganan kekerasan di Women Crisis Center.

Dosen yang akrab disapa Bu Elli ini berkesempatan mengajar di program sarjana pada blok mata kuliah  Psikologi Forensik bersama dengan dosen lain, mengajar di program Master pada mata kuliahd Psikologi Wanita, dan Kuliah umum di program Doktoral, serta mengisi forum mengenai masalah sosial kekerasan domestik di Wanawatu Postgraduate Women. Selain disibukkan dengan mengajar, Bu Elli juga melakukan ‘scooping research’ bersama Prof. Mandy Morgan yang juga akan dipublikasikan dalam jurnal internasional. Prof Mandy Morgan juga mengajak Bu Elli sebagai overseas member dari hearth cluster yang memfokuskan riset pada bidang gender.

Kunjungan ke berberapa institusi mitra kerjasama komunitas Massey University, mempertemukan Bu Elli dengan Tony salah seorang mahasiswa S3 yang bekerja untuk pelaku kekerasan memberikan gambaran mengenai penanganan kasus kekerasan di New Zaeland. Kasus kekerasan sudah dipandang bukan sebagai masalah domestik rumah tangga, namun merupakan masalah publik dimana setiap anggota masyarakat memiliki kesadaran yang tinggi untuk melaporkan tindakan kekerasan yang ditemui di sekitar lingkungan. Pelaku kekerasan yang ditangkap oleh Polisi tidak serta merta ditahan maupun dipenjarakan, namun melalui proses rehabilitasi selama kurun waktu tertentu dimana Tony dan teman-temannya bekerja.

Negara Pesemakmuran Inggris yang dijadikan lokasi syuting film ‘The Lord of The Ring” dan “Hobbit” ini merupakan negara yang sangat aman dan nyaman. Penduduk yang sedikit dengan mayoritas orang kulit putih, Cina, dan India serta suku Maori sebagai pribumi berinteraksi dengan baik, terlihat dari Bahasa yang digunakan sehari-hari yaitu Bahasa inggris, Bahasa maori, dan Bahasa isyarat yang dipelajari di sekolah. Beberapa mahasiswa master maupun doktoral yang berasal dari Indonesia yang ditemui oleh Bu Elli juga memiliki kebebasan untuk melakukan kegiatan yang bersifat nasional seperti merayakan hari kemerdekaan seperti pentas, bermain musik tradisional angklung, dan lain sebagainya.

“New zaeland sangat ideal untuk sekolah orang Indonesia. Negaranya nyaman, suhu udara tidak terlalu dingin, dan makanan halal mudah dicari. Alumni Psikologi UAD dan dosen yang belum S3 segera ajukan beasiswa untuk dapat kuliah disana, apalagi sudah ada MoU UAD dengan Massey University”, ujar Bu Elli bersemangat.