Beberapa Dosen Fakultas Psikologi UAD yaitu Alfi Purnamasari, S.Psi, M.Si, psikolog, Erlina Listyanti Wduri, S.Psi, M.Si, psikolog dan Dra. Siti Mulyani, M.Si mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat yang berupa Pelatihan Regulasi Emosi untuk siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pelatihan Regulasi Emosi dilaksanakan pada tanggal 9 dan 10 Mei 2017. Kegiatan tersebut melibatkan 17 orang siswa putra yang berasal dari tiga sekolah yaitu 13 orang siswa SMP MBS (Muhammadiyah Boarding School) Pleret, Bantul, 2 orang siswa SMP Muhammadiyah Pleret dan 2 orang siswa SMP Muhammadiyah Imogiri. Kegiatan tersebut bertempat di SMP MBS (Muhammadiyah Boarding School) Pleret, Bantul. Pelatihan Regulasi Emosi terdiri dari beberapa sesi, yaitu pembukaan dan penyampaian tujuan pelatihan serta pre test, pengenalan emosi, pengendalian emosi, refleksi, syukur dan penutup (evaluasi dan post test). Masing-masing sesi dilaksanakan selama kurang lebih 2 jam. Dalam kegiatan ini juga dilibatkan pula beberapa orang mahasiswa untuk membantu sebagai observer.

Latar belakang dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah berdasarkan dari hasil wawancara dengan beberapa siswa dan guru bahwa siswa seringkali menghadapi permasalahan yang menyebabkan stres. Tujuan dari kegiatan pelatihan regulasi emosi adalah melakukan pengontrolan atau pengaturan emosi dengan cara mengenal macam-macam emosi, membedakan emosi negatif dan emosi positif, mengendalikan emosi dengan cara relaksasi serta mengubah emosi negatif menjadi emosi positif. Ketika siswa mampu meregulasi emosinya maka diharapkan tingkat stresnya juga akan menjadi menurun.

Setelah mengikuti peletihan regulasi emosi, sebagian besar siswa memiliki tingkat stres yang berkurang setelah mengikuti Pelatihan Regulasi Emosi yang dapat terlihat dari penurunan skor antara sebelum mengikuti pelatihan dengan sesudah mengikuti pelatihan. Hal tersebut menunjukkan bahwa tingkat stres dari para siswa mampu menurun setelah mengikuti Pelatihan Regulasi Emosi.

Selain itu setelah mengikuti Pelatihan Regulasi Emosi para siswa merasa dapat lebih memahami tentang emosi serta teknik relaksasi untuk mengatur emosi dan merasa bahwa wawasan tentang emosi menjadi bertambah. Selain itu siswa yang pada awalnya mengaku jika sejak kecil belum mampu mengelola emosinya, setelah mengikuti pelatihan mengaku menjadi lebih mampu untuk mengatur emosinya.