P2K 2020 (Jarak Menyatukan Kita)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan kegiatan  Program pengenalan kampus (P2K) fakultas Psikologi secara Daring pada (14-18/09/20). Media yang digunakan adalah youtube dan zoom. Kegiatan dibagi menjadi 14 sesi, yang wajib diikuti oleh Dahlan muda sebagai peserta P2K. Dahlan muda yang dalam proses kegiatan mengalami kendala sinyal dapat pula menyimak ulang tayangan kapan saja. Tim panitia memberi kelonggaran waktu presensi 1×24 jam.  “karena kita tidak dapat menyamaratakan kualitas jaringan setiap peserta” ujar Faisal selaku Ketua P2K fakultas Psikologi.

Group Telegram menjadi ruang informasi dan diskusi bagi peserta. Tim panitia menyediakan narahubung yang siap menanggapi dan memberi jawaban dengan fast respond 1×24. “ Ini sangat membantu dan kakaknya sabar-sabar sekali menanggapi mahasiswa baru yang selalu bertanya, terimakasih banyak untuk kakak-kakak panitia semua” kesan Aldi salah satu peserta P2K.

Mengedepankan pemberian informasi yang cepat, tim P2K fakultas psikologi juga mengemas informasi dengan kreatif dan menarik menggunakan aplikasi Tiktok. Konten ini diramaikan oleh dosen psikologi dan staf-staf yang ikut terlibat dalam pembuatannya. Diharapkan  semarak P2K sampai pada peserta.

Elli Nur Hayati, M.PH, PhD, Psikolog. selaku dekan ,memberi tips yang harus diperhatikan untuk transisi dari siswa menjadi mahasiswa. “ sebagai mahasiswa harus belajar menjadi manusia yang lebih matang, mandiri, bertangung jawab dan memiliki inisiatif yang lebih daripada sat masih menjadi siswa”.

Faisal sebagai ketua P2K menyampaikan ucapan selamat datang dan semagat bagi Mahasiswa baru “Dear maba,Selamat datang di keluarga besar mahasiswa psikologi UAD. Ayo berjuang bersama untuk keluarga dan almamater kita. Semoga apa yang kami berikan selaku panitia P2K bisa bermanfaat dikemudian hari. Mohon maaf jika penyambutan maba mba dan mas mas kurang memuaskan, Terimakasih atas kerjasama dan dukungannya selama serangkaian acara P2K. SEMANGAT PSIKOLOGI MUDA!”

Support Logistik untuk Mahasiswa Rantau Terdampak covid-19

Mahasiswa terdampak Covid-19 yang masih berada di Yogyakarta. Mendapatkan support logistik. Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerjasama dengan Swalayan Pamela. Membagikan voucher belanja senilai Rp.125.000. Sebanyak 70 mahasiswa mendapat masing-masing 1 voucher belanja. Pembagian dilakukan di kediaman Dekan fakultas Psikologi ibu Dra. Elli Nur Hayati, MPH., Ph.D., Psikolog. Pada 18/05/20.

Support logistik berupa vuocher belanja. Dinilai lebih efektif bagi mahasiswa “Karena kalau sembako kadang tidak semuanya terpakai, kalau voucher belanja mahasiswa bisa nyesuain dengan kebutuhan masing-masing”. Jelas  AI salah satu mahasiswa penerima support logistik.

Pendampingan materil dan moril terus diberikan. Sebagai upaya keperdulian terhadap mahasiswa rantau yang masih bertahan di tengan pandemi. Sebelumnya pada 06/04/20 pembagian 120 paket sembako dilakukan di kampus 1 UAD. Mahasiswa rantau juga tergabung pada group WathsaApp. Dengan tujuan mahasiswa dapat berbagi informasi dan saling memberikan semangat terhadap satu sama lain.

Abi salah satu mahasiswa yang masih berada di Yogyakarta. bersyukur dengan support yang diberikan “Kami sebagai anak rantau sangat berterima kasih kepada bapak ibu. walaupun kami jauh dari keluarga, tapi disini ada keluarga yang selalu mendampingi dan memberikan kami support yaitu bapak ibu dan keluarga besar fakultas psikologi. Semoga selalu diberikan kemudahan dan kesehatan untuk kita semua dan semoga pandemi ini segera berakhir. Aamiin…”

(ay)

Berbakat Stand Up Comedy, Dosen Psikologi Raih HKI

Sumber:wisnupcp2019

Unggul Haryanto Nur Utomo S.Psi.,M.Si adalah salah satu dosen Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Akrab disapa Pak Unggul. Stand up comedy adalah salah satu metode penyampaian materi mata kuliah beliau. Indero Warkop dan Komen Hifsi  pernah mengunjunginya untuk memberikan golden tiket  Stand Up Comedy Indonesia season 6 pada 2015.   Menurut beliau “humor adalah cerdas dan mencerdaskan”.

Pak Unggul sukses kembangkan alat ukur digital Skala Kepekaan Humor (SKH), bersama timnya. Serta meraih sertifikat dari Hak Kekayaan Intlektual (HKI) Hak cipta pada 13 Mei 2020. Sejak tahun 2006, dalam Tesisnya SKH menjadi fokus khusus dalam bidang penelitian. Dan hingga saat ini masih terus menjadi konsentrasi dengan topik Humor khusus alat ukur.

SKH mempertimbangkan, seseorang dengan sense of humor yang baik. Kesehatan mentalnya terjaga. Dan dapat menularkan mental yang sehat kepada lingkungannya. “Karena tertawa, tanpa mentertawakan kelemahan atau kekurangan orang lain adalah  sehat dan menyehatkan” jelas bapak unggul.

Sebelumnya SKH versi cetak disusun dan dikembangkan oleh  Dr. Nida Ul Hasanat, M. Si. bersama Prof. Dr. Subandi, M.A,Ph.D. Keduanya adalah dosen psikologi dari Universitas Gajah Mada (UGM).  Dikembangakan kembali menjadi versi digital oleh Unggul Haryanto Nur Utomo S.Psi.,M.Si dosen psikologi UAD. Berkelaborasi dengan staf IT Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Untuk mentransformasi SKH versi cetak menjadi SKH versi digital.

SKH versi digital memiliki berbagai kelebihan. Efisien dalam penggunaan waktu dan tenaga. Hemat biaya dalam proses pengumpulan data kuantitatif. Dan menjadi sangat berguna jika penelitian membutuhkan big size sample. SKH versi digital akan lebih efektif digunakan untuk proses analisis data penelitian. Hal ini bisa terjadi karena skor mentah dari respon subjek pada setiap aitem akan terekam secara otomatis. Data tersebut akan berupa format excel menjadikan data siap di analisis.

Pak unggul, dua puluh tahun menjadi dosen. Beliau pernah meraih penghargaan sebagai dosen terfavorit 2015. Dalam acara Pychoaward yang diadakan oleh (Badan Eksekutif Mahasiswa) BEMF psikologi. Beliau berpesan “asah terus hardskills dan softskills yang kalian miliki, percayalah itu akan meningkatkan kualitas diri” Bapak Unggul.

(ay)

Bagi Saya, Karyawan dan Dosen Seperti keluarga

Muji Raharjo lahir pada 30 Mei 1964. Biasa dipanggil pak muji, beliau sudah mengabdi sebagai karyawan fakultas psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) selama 33 tahun. Sesuai dengan SK yang turun yaitu 33 tahun 10 bulan masa kerja.  Akhirnya pak muji menjalani masa purna tugas pada bulan Mei 2020. Beliau mengaku senang dan betah menjadi bagian dari UAD  menurutnya “dosen dan karyawan sudah seperti keluarga”.

Pak muji menitip pesan dan motivasi kepada seluruh karyawan yang masih bertugas. Untuk selalu bertanggung jawab, ikhlas, serta tidak mengeluh dalam melakukan pekerjaan. menurutnya Hal tersebut juga menjadi kunci dari kesuksesan. Beliau juga mengucapkan terimakasih untuk UAD “ Terimaksih banyak kepada UAD telah memberikan kesempatan kepada saya untuk bergabung dan berkerja”. Beliau berharap agar penerusnya dapat bekerja dengan giat, semangat dan hati yang lapang. Dengan bersikap tidak mudah menyerah pekerjaan akan menjadi ringan. Sebab mahasiswa membutuhkan pelayanan yang prima.