Psychology For Better Community
  • TENTANG KAMI
    • Visi Misi
    • Pimpinan Fakultas
    • Sejarah
    • Sarana dan Prasarana
    • Struktur Organisasi
    • Dosen Psikologi
    • Staf Kependidikan
    • Akreditasi
    • Alumni
  • AKADEMIK
    • Sarjana Psikologi
    • Pendidikan Profesi Psikologi
    • Magister Psikologi
    • Magister Psikologi Profesi
  • KERJASAMA
    • Kerjasama Luar Negeri
    • Kerjasama Dalam Negeri
    • Mitra
  • LAYANAN ONLINE
    • Layanan Dosen
    • Layanan Mahasiswa dan Alumni
    • Dokumen Akademik
  • LAYANAN PSIKOLOGI
    • Laboratorium Psikodiagnostika
    • Center for Community Empowerment (CCE)
    • Laboratorium Psikologi Terapan (LPT)
  • Menu Menu

Fear of Missing Out (FOMO) di Era Media Sosial

March 15, 2025/in Berita/by Wildan

Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Melalui ponsel di tangan, seseorang dapat melihat berbagai aktivitas orang lain: liburan yang menyenangkan, pencapaian karier, gaya hidup yang terlihat sempurna, hingga momen kebahagiaan bersama keluarga atau teman. Namun di balik kemudahan ini, muncul sebuah fenomena psikologis yang semakin banyak dialami masyarakat, yaitu Fear of Missing Out atau yang sering disebut FOMO.

FOMO adalah perasaan cemas atau takut tertinggal dari pengalaman orang lain. Seseorang merasa bahwa orang lain sedang menjalani kehidupan yang lebih menarik, lebih sukses, atau lebih bahagia dibandingkan dirinya. Akibatnya, ia merasa khawatir bahwa dirinya sedang melewatkan sesuatu yang penting dalam hidup.

Media sosial memiliki peran besar dalam memicu munculnya FOMO. Platform seperti Instagram, TikTok, atau Facebook sering kali menampilkan potongan-potongan kehidupan yang tampak ideal. Orang cenderung membagikan momen terbaik dalam hidupnya, seperti perjalanan liburan, pencapaian karier, atau kebersamaan dengan orang-orang terdekat. Jarang sekali seseorang membagikan kesulitan, kegagalan, atau perjuangan yang sebenarnya juga merupakan bagian dari kehidupan.

Ketika seseorang terus-menerus melihat kehidupan orang lain yang tampak “sempurna”, ia bisa mulai membandingkan dirinya dengan standar yang tidak realistis. Tanpa disadari, pikiran mulai bertanya: mengapa hidup orang lain terlihat lebih menyenangkan? Mengapa saya tidak mengalami hal yang sama? Perbandingan semacam ini dapat menimbulkan rasa tidak puas terhadap kehidupan sendiri.

Dampak FOMO terhadap kesehatan mental tidak bisa dianggap sepele. Perasaan tertinggal dari orang lain dapat memicu kecemasan, rasa rendah diri, bahkan kelelahan emosional. Seseorang mungkin merasa harus selalu mengikuti tren, menghadiri berbagai kegiatan, atau terus aktif di media sosial agar tidak merasa tertinggal. Pada akhirnya, kehidupan menjadi dipenuhi tekanan yang sebenarnya tidak perlu.

Untuk mengurangi FOMO, langkah pertama yang penting adalah menyadari bahwa media sosial hanya menampilkan sebagian kecil dari kenyataan. Apa yang terlihat di layar sering kali hanyalah momen yang dipilih secara khusus untuk dibagikan, bukan gambaran lengkap dari kehidupan seseorang.

Selain itu, penting juga untuk membatasi penggunaan media sosial. Memberi jarak dari arus informasi yang terus-menerus dapat membantu pikiran menjadi lebih tenang. Mengalihkan perhatian pada aktivitas yang nyata—seperti berinteraksi dengan keluarga, melakukan hobi, atau mengembangkan diri—dapat membantu seseorang kembali fokus pada kehidupannya sendiri.

Dalam perspektif Islam, perasaan tidak puas terhadap kehidupan orang lain sebenarnya telah diingatkan sejak lama. Al-Qur’an mengajarkan agar manusia tidak terus-menerus membandingkan dirinya dengan apa yang dimiliki oleh orang lain. Allah berfirman:

“Dan janganlah engkau iri hati terhadap apa yang telah Kami berikan kepada sebagian mereka lebih banyak daripada sebagian yang lain…”

(QS. An-Nisa: 32)

Ayat ini mengingatkan bahwa setiap manusia memiliki jalan hidup yang berbeda. Membandingkan diri dengan orang lain hanya akan menimbulkan kegelisahan yang tidak perlu.

Selain itu, Islam juga mengajarkan pentingnya rasa syukur. Dalam Al-Qur’an disebutkan:

“Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu…”

(QS. Ibrahim: 7)

Rasa syukur membantu seseorang melihat kembali berbagai hal baik yang sudah dimilikinya. Ketika seseorang lebih fokus pada apa yang dimiliki daripada apa yang tidak dimiliki, perasaan cemas akibat FOMO akan berkurang.

Pada akhirnya, kehidupan bukanlah perlombaan untuk mengikuti semua hal yang dilakukan orang lain. Setiap orang memiliki perjalanan hidupnya masing-masing. Dengan membatasi perbandingan sosial, menjaga kesehatan mental, serta menumbuhkan rasa syukur, seseorang dapat menjalani hidup dengan lebih tenang dan bermakna di tengah derasnya arus media sosial.

 

 

-Dimas Yanuar Langgeng-

Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on Twitter
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://fpsikologi.uad.ac.id/wp-content/uploads/2024/08/logo-psikologi-uad.png 0 0 Wildan https://fpsikologi.uad.ac.id/wp-content/uploads/2024/08/logo-psikologi-uad.png Wildan2025-03-15 12:00:002026-03-11 12:01:46Fear of Missing Out (FOMO) di Era Media Sosial

Post Terbaru

  • GRAND FINAL DUTA PSIKOLOGI UAD 2025: AJANG APRESIASI INTELEKTUALITAS dan KARAKTER MAHASISWA PSIKOLOGIJanuary 5, 2026 - 2:58 pm
  • Media Sosial dan Psikologi Kita: Antara Perbandingan Sosial dan Nilai-Nilai IslamDecember 20, 2025 - 2:31 pm
  • MAHASISWA PSIKOLOGI UAD RAIH EMAS di NATIONAL WRITING COMPETITION 2025December 4, 2025 - 10:29 am

Instagram

Ikuti Kami!

Kampus 1

Universitas Ahmad Dahlan
Jl.Kapas 9, Semaki, Umbulharjo, Yogyakarta 55166
Telepon : (0274) 563515, 511830, 379418, 371120 Ext. –
Layanan Akademik : WA (0882-3346-3544)
Faximille : 0274-564604
Email : info[at]psy.uad.ac.id

Informasi Tentang

Universitas Ahmad dahlan

Portal Akademik

Calon Mahasiswa

Jadwal Kuliah

Kuliah Online

Journal @UAD

Digital Library

Repository

Conference @UAD

Daftar di UAD dan kembangkan potensimu dengan banyak program yang bisa dipilih untuk calon mahasiswa

Informasi PMB
Universitas Ahmad Dahlan

Telp. (0274) 563515
Hotline PMB
S1 – 0853-8500-1960
S2 – 0878-3827-1960

[PRESS RELEASE] Pengabdian Masyarakat Fakultas Psikologi UAD dan FKIP UAD: Pendidik...Ketika Anak Tidak Mau Mendengar: Memahami Psikologi Perilaku Anak
Scroll to top