Psychology For Better Community
  • TENTANG KAMI
    • Visi Misi
    • Pimpinan Fakultas
    • Sejarah
    • Sarana dan Prasarana
    • Struktur Organisasi
    • Dosen Psikologi
    • Staf Kependidikan
    • Akreditasi
    • Alumni
  • AKADEMIK
    • Sarjana Psikologi
    • Pendidikan Profesi Psikologi
    • Magister Psikologi
    • Magister Psikologi Profesi
  • KERJASAMA
    • Kerjasama Luar Negeri
    • Kerjasama Dalam Negeri
    • Mitra
  • LAYANAN ONLINE
    • Layanan Dosen
    • Layanan Mahasiswa dan Alumni
    • Dokumen Akademik
  • LAYANAN PSIKOLOGI
    • Laboratorium Psikodiagnostika
    • Center for Community Empowerment (CCE)
    • Laboratorium Psikologi Terapan (LPT)
  • Menu Menu

Menenangkan Hati yang Kalut : Belajar Mengelola Emosi dengan Bijak

October 7, 2023/in Berita/by Wildan

Setiap orang pasti pernah merasakan hati yang kalut. Perasaan gelisah, marah, sedih, atau kecewa bisa datang kapan saja, sering kali tanpa kita rencanakan. Ada kalanya emosi muncul karena masalah pekerjaan, hubungan dengan orang lain, tekanan hidup, atau harapan yang tidak berjalan sesuai keinginan. Dalam situasi seperti itu, yang sebenarnya kita butuhkan bukan sekadar melampiaskan emosi, tetapi belajar mengelola emosi tersebut dengan lebih bijak. Inilah yang sering disebut sebagai regulasi emosi.

Regulasi emosi adalah kemampuan seseorang untuk mengenali, memahami, dan mengelola perasaannya agar tidak menguasai dirinya secara berlebihan. Ketika hati sedang kalut, reaksi pertama yang sering muncul adalah dorongan untuk segera meluapkan emosi. Ada yang memilih marah, ada yang menyalahkan orang lain, bahkan ada yang menarik diri dari lingkungan sekitar. Padahal, reaksi yang terlalu impulsif sering kali justru memperburuk keadaan.

Mengelola emosi bukan berarti menekan perasaan atau berpura-pura tidak merasakan apa-apa. Sebaliknya, regulasi emosi mengajarkan kita untuk memberi ruang pada perasaan tersebut, tetapi tetap menjaga agar emosi tidak mengendalikan tindakan kita. Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah memberi waktu pada diri sendiri untuk menenangkan pikiran sebelum bereaksi terhadap suatu situasi.

Ketika hati sedang kalut, berhenti sejenak sering kali menjadi langkah yang sangat membantu. Menarik napas dalam-dalam, menenangkan pikiran, atau menjauh sebentar dari situasi yang memicu emosi dapat membantu seseorang melihat masalah dengan lebih jernih. Dalam kondisi yang lebih tenang, seseorang biasanya lebih mampu mengambil keputusan yang rasional dibandingkan ketika sedang dikuasai emosi.

Dalam perspektif spiritual, ketenangan hati juga memiliki hubungan yang erat dengan kedekatan kepada Tuhan. Al-Qur’an mengingatkan bahwa ketenangan batin tidak hanya berasal dari keadaan di luar diri, tetapi juga dari hubungan batin yang kuat dengan Allah. Dalam sebuah ayat disebutkan:

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Ayat ini memberikan pesan yang sangat mendalam bahwa ketika hati sedang gelisah atau kalut, mengingat Allah dapat menjadi sumber ketenangan. Dzikir, doa, atau sekadar meluangkan waktu untuk mendekatkan diri kepada-Nya dapat membantu menenangkan pikiran dan perasaan.

Selain itu, Al-Qur’an juga memuji orang-orang yang mampu menahan emosi mereka. Allah berfirman:

“…orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali Imran: 134)

Ayat ini menunjukkan bahwa kemampuan mengendalikan emosi, khususnya kemarahan, merupakan tanda kedewasaan dan kemuliaan akhlak. Mengelola emosi bukan hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga membantu menjaga hubungan baik dengan orang lain.

Pada akhirnya, hati yang kalut adalah bagian dari pengalaman manusia. Tidak ada orang yang selalu tenang setiap saat. Namun, yang membedakan seseorang adalah bagaimana ia merespons perasaan tersebut. Dengan belajar mengenali emosi, memberi ruang untuk menenangkan diri, serta mendekatkan diri kepada Tuhan, seseorang dapat mengubah kekalutan menjadi proses pembelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih matang.

Regulasi emosi bukanlah kemampuan yang muncul secara instan. Ia adalah keterampilan yang terus dilatih melalui pengalaman hidup. Semakin seseorang belajar mengelola emosinya, semakin ia mampu menghadapi berbagai situasi kehidupan dengan hati yang lebih tenang dan pikiran yang lebih jernih.

 

 

-Dimas Yanuar Langgeng-

Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on Twitter
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://fpsikologi.uad.ac.id/wp-content/uploads/2024/08/logo-psikologi-uad.png 0 0 Wildan https://fpsikologi.uad.ac.id/wp-content/uploads/2024/08/logo-psikologi-uad.png Wildan2023-10-07 08:46:072026-03-11 10:47:10Menenangkan Hati yang Kalut : Belajar Mengelola Emosi dengan Bijak

Post Terbaru

  • GRAND FINAL DUTA PSIKOLOGI UAD 2025: AJANG APRESIASI INTELEKTUALITAS dan KARAKTER MAHASISWA PSIKOLOGIJanuary 5, 2026 - 2:58 pm
  • Media Sosial dan Psikologi Kita: Antara Perbandingan Sosial dan Nilai-Nilai IslamDecember 20, 2025 - 2:31 pm
  • MAHASISWA PSIKOLOGI UAD RAIH EMAS di NATIONAL WRITING COMPETITION 2025December 4, 2025 - 10:29 am

Instagram

Ikuti Kami!

Kampus 1

Universitas Ahmad Dahlan
Jl.Kapas 9, Semaki, Umbulharjo, Yogyakarta 55166
Telepon : (0274) 563515, 511830, 379418, 371120 Ext. –
Layanan Akademik : WA (0882-3346-3544)
Faximille : 0274-564604
Email : info[at]psy.uad.ac.id

Informasi Tentang

Universitas Ahmad dahlan

Portal Akademik

Calon Mahasiswa

Jadwal Kuliah

Kuliah Online

Journal @UAD

Digital Library

Repository

Conference @UAD

Daftar di UAD dan kembangkan potensimu dengan banyak program yang bisa dipilih untuk calon mahasiswa

Informasi PMB
Universitas Ahmad Dahlan

Telp. (0274) 563515
Hotline PMB
S1 – 0853-8500-1960
S2 – 0878-3827-1960

Timeline Perkuliahan Magister Psikologi Profesi Angkatan 2022KARTU BIMBINGAN SKRIPSI SEMESTER GASAL TA 2023/2024
Scroll to top