Psychology For Better Community
  • TENTANG KAMI
    • Visi Misi
    • Pimpinan Fakultas
    • Sejarah
    • Sarana dan Prasarana
    • Struktur Organisasi
    • Dosen Psikologi
    • Staf Kependidikan
    • Akreditasi
    • Alumni
  • AKADEMIK
    • Sarjana Psikologi
    • Pendidikan Profesi Psikologi
    • Magister Psikologi
    • Magister Psikologi Profesi
  • KERJASAMA
    • Kerjasama Luar Negeri
    • Kerjasama Dalam Negeri
    • Mitra
  • LAYANAN ONLINE
    • Layanan Dosen
    • Layanan Mahasiswa dan Alumni
    • Dokumen Akademik
  • LAYANAN PSIKOLOGI
    • Laboratorium Psikodiagnostika
    • Center for Community Empowerment (CCE)
    • Laboratorium Psikologi Terapan (LPT)
  • Menu Menu

Saat Overthinking Menguras Ketenangan

October 21, 2023/in Berita/by Wildan

Banyak orang pernah mengalami kondisi ketika pikiran terus berputar tanpa henti. Satu kekhawatiran muncul, lalu diikuti oleh kemungkinan-kemungkinan lain yang belum tentu terjadi. Pikiran tentang masa depan menjadi semakin rumit, seolah-olah setiap hal harus dipikirkan secara detail sejak sekarang. Kondisi inilah yang sering disebut sebagai overthinking.

Overthinking biasanya muncul dari kecemasan terhadap masa depan. Seseorang mulai mempertanyakan banyak hal: apakah keputusan yang diambil sudah tepat, bagaimana jika rencana tidak berjalan sesuai harapan, atau apa yang akan terjadi jika sesuatu yang buruk benar-benar terjadi. Pikiran seperti ini pada awalnya mungkin dimaksudkan untuk berjaga-jaga. Namun jika dibiarkan berlarut-larut, overthinking justru dapat menguras energi mental dan membuat seseorang sulit merasakan ketenangan.

Ketika seseorang terlalu banyak memikirkan masa depan, fokusnya sering berpindah dari hal-hal yang dapat dikendalikan menjadi hal-hal yang berada di luar kendali. Padahal, masa depan selalu mengandung unsur ketidakpastian. Tidak semua hal dapat diprediksi atau diatur sejak awal. Semakin seseorang berusaha mengendalikan semua kemungkinan, semakin besar pula rasa cemas yang muncul.

Salah satu cara untuk mengatasi overthinking adalah dengan mengembalikan perhatian pada apa yang bisa dilakukan saat ini. Alih-alih memikirkan berbagai kemungkinan yang belum tentu terjadi, seseorang dapat memfokuskan energi pada langkah nyata yang bisa diambil hari ini. Tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten sering kali lebih bermanfaat dibandingkan sekadar memikirkan rencana yang terlalu jauh ke depan.

Selain itu, penting juga untuk menyadari bahwa pikiran tidak selalu mencerminkan kenyataan. Ketika seseorang sedang cemas, pikiran cenderung membayangkan skenario terburuk. Padahal, kenyataan sering kali tidak seburuk yang dibayangkan. Belajar menyadari pola pikiran ini dapat membantu seseorang mengambil jarak dari kecemasan yang berlebihan.

Dalam perspektif spiritual, kecemasan terhadap masa depan juga dapat diimbangi dengan sikap tawakal, yaitu mempercayakan hasil akhir kepada Allah setelah melakukan usaha yang terbaik. Al-Qur’an memberikan pengingat yang menenangkan dalam hal ini. Allah berfirman:

“Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya.”
(QS. At-Talaq: 3)

Ayat ini mengajarkan bahwa manusia tetap perlu berusaha dan merencanakan, tetapi tidak perlu menanggung seluruh beban masa depan sendirian. Ada ruang untuk mempercayakan hasilnya kepada Allah.

Selain itu, Al-Qur’an juga memberikan penguatan bahwa kesulitan tidak datang tanpa jalan keluar. Allah berfirman:

“Karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”
(QS. Al-Insyirah: 6)

Ayat ini menjadi pengingat bahwa masa depan tidak selalu dipenuhi dengan hal-hal yang menakutkan seperti yang sering dibayangkan oleh pikiran yang cemas. Dalam setiap kesulitan, selalu ada kemungkinan munculnya kemudahan.

Pada akhirnya, memikirkan masa depan adalah hal yang wajar. Namun ketika pikiran terus berputar tanpa henti dan membuat hati tidak tenang, mungkin itu tanda bahwa kita perlu berhenti sejenak. Masa depan memang penting untuk direncanakan, tetapi ketenangan hidup sering kali ditemukan ketika seseorang mampu menjalani hari ini dengan penuh kesadaran, usaha, dan kepercayaan kepada Tuhan.

 

 

-Dimas Yanuar Langgeng-

Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on Twitter
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://fpsikologi.uad.ac.id/wp-content/uploads/2024/08/logo-psikologi-uad.png 0 0 Wildan https://fpsikologi.uad.ac.id/wp-content/uploads/2024/08/logo-psikologi-uad.png Wildan2023-10-21 09:20:522026-03-11 10:46:18Saat Overthinking Menguras Ketenangan

Post Terbaru

  • GRAND FINAL DUTA PSIKOLOGI UAD 2025: AJANG APRESIASI INTELEKTUALITAS dan KARAKTER MAHASISWA PSIKOLOGIJanuary 5, 2026 - 2:58 pm
  • Media Sosial dan Psikologi Kita: Antara Perbandingan Sosial dan Nilai-Nilai IslamDecember 20, 2025 - 2:31 pm
  • MAHASISWA PSIKOLOGI UAD RAIH EMAS di NATIONAL WRITING COMPETITION 2025December 4, 2025 - 10:29 am

Instagram

Ikuti Kami!

Kampus 1

Universitas Ahmad Dahlan
Jl.Kapas 9, Semaki, Umbulharjo, Yogyakarta 55166
Telepon : (0274) 563515, 511830, 379418, 371120 Ext. –
Layanan Akademik : WA (0882-3346-3544)
Faximille : 0274-564604
Email : info[at]psy.uad.ac.id

Informasi Tentang

Universitas Ahmad dahlan

Portal Akademik

Calon Mahasiswa

Jadwal Kuliah

Kuliah Online

Journal @UAD

Digital Library

Repository

Conference @UAD

Daftar di UAD dan kembangkan potensimu dengan banyak program yang bisa dipilih untuk calon mahasiswa

Informasi PMB
Universitas Ahmad Dahlan

Telp. (0274) 563515
Hotline PMB
S1 – 0853-8500-1960
S2 – 0878-3827-1960

JADWAL EVALUASI TENGAH SEMESTER GASAL 2023/2024TATA TERTIB PESERTA UJIAN S1 PSIKOLOGI T.A. 2023/2024
Scroll to top