Psychology For Better Community
  • TENTANG KAMI
    • Visi Misi
    • Pimpinan Fakultas
    • Sejarah
    • Sarana dan Prasarana
    • Struktur Organisasi
    • Dosen Psikologi
    • Staf Kependidikan
    • Akreditasi
    • Alumni
  • AKADEMIK
    • Sarjana Psikologi
    • Pendidikan Profesi Psikologi
    • Magister Psikologi
    • Magister Psikologi Profesi
  • KERJASAMA
    • Kerjasama Luar Negeri
    • Kerjasama Dalam Negeri
    • Mitra
  • LAYANAN ONLINE
    • Layanan Dosen
    • Layanan Mahasiswa dan Alumni
    • Dokumen Akademik
  • LAYANAN PSIKOLOGI
    • Laboratorium Psikodiagnostika
    • Center for Community Empowerment (CCE)
    • Laboratorium Psikologi Terapan (LPT)
  • Menu Menu

Internalisasi Nilai Kemuhammadiyahan: Membentuk Self-Efficacy pada Generasi Z

October 14, 2025/in Berita/by Wildan

Generasi Z (Gen Z) sering kali dijuluki sebagai yang kreatif sekaligus rentan secara mental pada era ini, era terjadinya inovasi dan perubahan besar-besaran secara fundamental karena keberadaan berbagai teknologi digital. Tantangan berupa arus informasi yang masif, kompetisi global, hingga fenomena social comparison menuntut mereka memiliki keyakinan diri yang kokoh. Dalam psikologi, keyakinan seseorang terhadap kemampuannya untuk menyelesaikan tugas atau menghadapi tantangan disebut sebagai Self-Efficacy.

Bagi kader muda Muhammadiyah, self-efficacy bukan sekadar rasa percaya diri yang kosong, melainkan sebuah manifestasi iman yang berakar pada nilai-nilai Kemuhammadiyahan dan prinsip Islam Berkemajuan.

Muhammadiyah dan Akar Keyakinan Diri

            Internalisasi nilai Kemuhammadiyahan dimulai dari pemahaman tauhid yang murni. Tauhid dalam Muhammadiyah bukan hanya konsep teologis, tetapi juga sebagai pembebas manusia dari rasa takut terhadap sesama manusia. Ketika anak muda Gen Z memahami bahwa otoritas tertinggi hanya milik Allah, ia akan memiliki Efikasi Diri yang tinggi karena merasa didukung oleh kekuatan yang Maha Besar.

            Nilai Tajdid (Pembaruan) yang menjadi identitas Muhammadiyah mengajarkan Gen Z untuk tidak kaku dan selalu mencari solusi kreatif. Semangat ini sejalan dengan elemen pembentuk self-efficacy menurut Albert Bandura, yaitu mastery experience (pengalaman keberhasilan). Gen Z dapat belajar menyelesaikan masalah dengan mengikuti Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) atau organisasi otonom. Hal tersebut akan memupuk keyakinan kompetensi yang ada di dalam diri mereka.

Teologi Al-Ma’un sebagai Bahan Bakar Mental

            Salah satu pilar utama Kemuhammadiyahan adalah Teologi Al-Ma’un. Ajaran KH Ahmad Dahlan ini menekankan bahwa kesalehan ritual harus berdampak pada aksi sosial. Bagi Gen Z, nilai ini berfungsi sebagai Vicarious Experience (belajar dari model orang lain).

            Melihat bagaimana Muhammadiyah mengelola ribuan sekolah, rumah sakit, dan lembaga filantropi memberikan pesan psikologis yang kuat: “Jika organisasi ini bisa memberikan dampak besar bagi bangsa, maka saya sebagai bagian darinya juga mampu melakukan hal serupa.” Perasaan menjadi bagian dari gerakan yang besar dan bermanfaat ini memberikan dorongan mental bahwa mereka memiliki peran penting dalam peradaban.

Menghadapi Tantangan Zaman dengan Karakter Berkemajuan

            Gen Z sering menghadapi masalah quarter-life crisis atau keraguan akan masa depan. Di sinilah nilai Islam Berkemajuan berperan sebagai penyeimbang psikologis. Islam Berkemajuan menuntut untuk visioner dan tidak mudah menyerah.

            Dalam perspektif psikologi, internalisasi nilai ini membantu Gen Z dalam:

  • Regulasi Emosi: Nilai – nilai sabar dan bersyukur dalam Islam menjadi mekanisme koping yang sehat saat menghadapi kegagalan.
  • Growth Mindset: Semangat ijtihad (berpikir keras/inovasi) dalam Muhammadiyah mendorong Gen Z untuk melihat hambatan sebagai peluang belajar, bukan sebagai tembok penghalang.
  • Dukungan Sosial: Berada dalam ekosistem Muhammadiyah memberikan dukungan sosial (social persuasion) yang positif melalui mentor dan sesama kader, yang merupakan salah satu sumber penguatan self-efficacy.

Kesimpulan

Internalisasi nilai Kemuhammadiyahan bukan sekadar menghafal ideologi, melainkan proses psikologis untuk membentuk pribadi yang tangguh. Dengan memadukan tauhid yang murni, semangat tajdid, dan etos sosial Al-Ma’un, Gen Z tidak hanya akan menjadi generasi yang mahir teknologi, tetapi juga individu yang memiliki self-efficacy tinggi—yakin bahwa dengan izin Allah, mereka mampu membawa perubahan nyata bagi umat dan bangsa.

 

-Farah Fabiola-

Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on Twitter
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://fpsikologi.uad.ac.id/wp-content/uploads/2024/08/logo-psikologi-uad.png 0 0 Wildan https://fpsikologi.uad.ac.id/wp-content/uploads/2024/08/logo-psikologi-uad.png Wildan2025-10-14 14:32:302026-03-09 12:40:48Internalisasi Nilai Kemuhammadiyahan: Membentuk Self-Efficacy pada Generasi Z

Post Terbaru

  • GRAND FINAL DUTA PSIKOLOGI UAD 2025: AJANG APRESIASI INTELEKTUALITAS dan KARAKTER MAHASISWA PSIKOLOGIJanuary 5, 2026 - 2:58 pm
  • Media Sosial dan Psikologi Kita: Antara Perbandingan Sosial dan Nilai-Nilai IslamDecember 20, 2025 - 2:31 pm
  • MAHASISWA PSIKOLOGI UAD RAIH EMAS di NATIONAL WRITING COMPETITION 2025December 4, 2025 - 10:29 am

Instagram

Ikuti Kami!

Kampus 1

Universitas Ahmad Dahlan
Jl.Kapas 9, Semaki, Umbulharjo, Yogyakarta 55166
Telepon : (0274) 563515, 511830, 379418, 371120 Ext. –
Layanan Akademik : WA (0882-3346-3544)
Faximille : 0274-564604
Email : info[at]psy.uad.ac.id

Informasi Tentang

Universitas Ahmad dahlan

Portal Akademik

Calon Mahasiswa

Jadwal Kuliah

Kuliah Online

Journal @UAD

Digital Library

Repository

Conference @UAD

Daftar di UAD dan kembangkan potensimu dengan banyak program yang bisa dipilih untuk calon mahasiswa

Informasi PMB
Universitas Ahmad Dahlan

Telp. (0274) 563515
Hotline PMB
S1 – 0853-8500-1960
S2 – 0878-3827-1960

Kesehatan Mental Generasi Z: Antara Tekanan Zaman dan Harapan dalam IslamBANGUN EMPATI DAN KETAHANAN, FAKULTAS PSIKOLOGI UAD SELENGGARAKAN OUTBOUND BAGI...
Scroll to top