Berkat Keprihatinan kepada Anak Jalanan, Mahasiswa Psikologi UAD Raih Hibah PKM-P

IMG-20160303-WA0000Program Kreativitas Mahasiswa atau yang biasa disingkat PKM merupakan salah satu ajang bergengsi di tingkat mahasiswa. PKM adalah upaya yang dilakukan oleh Ditjen Dikti untuk meningkatkan mutu dan kualitas peserta didik khususnya mahasiswa agar nantinya dapat menjadi anggota masyarakat akademis yang mampu mengembangkan, menerapkan keilmuan yang dimilikinya untuk berbuat lebih bagi negaranya. PKM dikembangakan untuk mengantarkan mahasiswa mencapai taraf  kretivitas dan inovasi luar biasa berlandaskan pada sains, teknologi dan keimanan.

Pada tahun 2016 kali ini, salah satu tim mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan berhasil memperoleh dana hibah PKM-P DIKTI. Proposal PKM penelitian dengan judul “Pelatihan (When I know about My Self) untuk Meningkatkan Penerimaan Diri Anak Jalanan di Yogyakarta” berhasil mengantar mereka untuk memperoleh dana untuk melakukan penelitian. PKM ini digawangi oleh Desvinia Ainin sebagai ketua pelaksana, empat anggota lainnya yakni Dani Widarti, Fauziah Wijayanti, Miftahusa’adah, Siti Umi Kultsum dan Ibu Dessy Pranungsari S.Psi., M.Psi sebagai dosen pembimbing. Proposal Penelitian ini berangkat dari keprihatianan mereka terhadap stigma negatif anak jalanan yang selama ini di berikan masyarakat.

“Pelatihan ini semacam pelatihan Who am I ? Kami ingin memberikan pelatihan ini dengan untuk meningkatkan penerimaan diri anak jalanan, supaya mereka merasa percaya diri menghadapi kehidupannya, membuat mereka lebih produktif tanpa harus turun kejalanan lagi nantinya.” Jelas Dani saat memaparkan harapan mereka melakukan penelitian ini.

Menulis merupakan sebuah rutinitas yang harus dilakukan oleh seluruh akademisi khususnya mahasiswa. Melalui ajang-ajang kepenulisan untuk penelitian seperti PKM ini mahasiswa di harapkan mampu mengimplementasikan kretivitas dan inovasinya sesuai disiplin ilmu yang mereka pelajari. Motivasi untuk menulis dan berkarya bisa berasal dari sebuah hobby atau bahkan sebuah tuntutan  sebagai mahasiswa.

“Berawal dari tugas metodologi penelitian kuantitatif, kami pun tidak menyangka dapat lolos dan didanai dikti. Bagi kami yang terpenting kami mecoba saja dahulu untuk mengupload PKM dan berusaha semaksimal mungkin ketika menuliskannya.” Kata Fauziah saat di wawancarai tim.

Semua penulis pasti akan mati, tapi karya dan tulisannya akan tetap hidup. Maka tulislah tulisan yang akan terus bermanfaat meski raga tak lagi ada, maka tulisan itulah yang akan membahagiakanmu di akhirat kelak.