Dosen UAD adakan Pelatihan Komunikasi Empatik bagi Guru BK Bantul

Pelatiahn Koimunikasi Empatik

Dosen Fakultas Psikologi UAD yaitu Alfi Purnamasari, S.Psi, M.Si, psikolog, Erlina Listyanti Wduri, S.Psi, M.Si, psikolog dan Dra. Siti Mulyani, M.Si mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat yang berupa Pelatihan Komukasi Empatik pada Guru BK SMP Muhammadiyah se Kabupaten Bantul. Latar belakang dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah Berdasarkan hasil Focus Group Discussion (FGD) pada siswa-siswa di tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang dikelola oleh Muhammadiyah yang berlokasi di Kabupaten Bantul, diperoleh informasi bahwa siswa mengalami beberapa permasalahan yang berkaitan dengan guru. Permasalahan yang berkaitan dengan guru yang ditemukan di antaranya guru sering marah tanpa alasan yang jelas kepada siswaya dan saat menyuruh siswa untuk mengerjakan tugas sambil marah-marah. Selain itu guru juga seringkali menegur meskipun siswanya tidak melakukan kesalahan, membanding-bandingkan siswa dengan siswa yang lainnya memarahi siswa yang mendapat nilai jelek sehingga membuat siswa merasa down.

Hasil Focus Group Discussion (FGD) tersebut menunjukkan bahwa ada permasalahan yang berkaitan dengan komunikasi antara guru dan siswa dan secara spesifik dapat disimpulkan bahwa beberapa guru masih memiliki kemampuan untuk melakukan komunikasi empatik yang rendah kepada siswa-siswanya. Selain itu pengetahuan tentang komunkasi empatik yang dimiliki oleh para guru juga masih rendah. Salah satu kompetensi yang dibutuhkan oleh seorang guru adalah kompetensi sosial yang di dalamnya terdapat komunikasi empatik

Tujuan dari pelatihan komunikasi empatik adalah agar para peserta mampu memahami, merasakan, mengalami, dan mengenal dampak komunikasi interpersonal destruktif atau satu arah (communication breakdown) dan membina pola komunikasi yang baik dalam kehidupannya. Dalam pada itu, peserta yang berada pada usia dewasa, khususnya guru diharapkan bisa mempelajari komunikasi yang empatik ketika menjalankan tugasnya sebagai pendidik, baik di kelas maupun di luar kelas. Harapannya, setelah mengikuti pelatihan ini proses belajar mengajar menjadi lebih efektif dan menyenangkan bagi siswa.

Tahapan dalam kegiatan pengabdian masyarakat diawali dengan kegiatan  Focus Group Discussion (FGD) pada guru-guru Bimbingan Konseling (BK) yang bertugas di sekolah-sekolah SMP/MTs Muhammadiyah di Bantul,  dengan tujuan untuk menggali permasalahan yang muncul  pada saat guru berinteraksi dengan siswa-siswanya. Kegiatan ini dilaksanakan pada pada tanggal 23 Mei 2019 di Gedung Dakwah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bantul. Berdasarkan hasil Focus Group Discussion (FGD) diperoleh beberapa permasalahan yang terjadi di lingkungan sekolah terutama pada guru mata pelajaran dalam melakukan interkasi dengan siswa masih belum menggunakan komunikasi yang empatik., yang berdampak munculnya permasalahan antara guru mata pelajaran dengan siswa dan terjadinya konflik antara guru mata pelajaran dan guru BK, karena perbedaan dalam cara menangani siswa. Hasil temuan dari hasil FGD tersebut digunakan sebagai acuan dalam membuat modul pelatiham “komunikasi Empati”

Tahap berikutnya adalah pelaksanaan Pelatihan Komunikasi Empatik diselenggarakan pada tanggal 30 Agustus 2019 bertempat di Gedung Dakwah Pimpinan Muhammadiyah (PDM) Bantul. Pelatihan diikuti sebanyak 16 Guru Bimbingan Konseling yang berasal dari berbagai Sekolah Menengah Pertama yang berada di bawah PDM Bantul. Pelatihan Komunikasi Empatik dipandu oleh seorang trainer yaitu Bapak Luqman Tifa Perwira, S.Psi, M.Psi, psikolog. Selain itu trainer juga dibantu seorang co trainer sekaligus observer yang bertugas untuk mencatat proses pelatihan. Pelatihan berlangsung selama delapan jam yaitu mulai dari jam 08.00 sampai jam 15.00 WIB. Peserta pelatihan mendapatkan materi   terdiri dari 1) Memahami komunikasi Empatik; 2) Strategi Komunikasi Terapeutik; 3) Role Play dalam Penanganan Kasus Siswa. Setelah pelatihan peserta diminta mempraktekkan materi yang sudah disampaiaj dalam pelatihan dalam menangani permasalahan siswa maupun menengahi permasalahan yang dihadapi oleh guru mata pelajaran dan siswa. Dua bulan kemudian akan dilakukan follow up mengenai bagaimana aplikasi pelatihan dalam mengangani permasalah di lingkungan sekolah

Tahap terakhir pelaksanaan kegiatan pengabdian masayarakat adalah follow up yang dilaksanakan pada tanggal 7 Oktober 2019. Pada kegiatan follow up tersebut peserta dibagi menjadi 3 kelompok yang beranggotakan lima sampai enam orang dalam setiap kelompok. Masing-masing kelompok mendiskusikan tentang beberapa hal yaitu manfaat yang diperoleh dari pelatihan, materi pelatihan yang mendukung pelaksanaan tugas guru di sekolah, kesulitan yang dihadapi pada saat akan mengaplikasikan materi serta aktivitas yang sudah dilakukan oleh peserta setelah mengikuti pelatihan.  Menurut peserta materi pelatihan yang mendukung pelaksanaan tugas guru di sekolah adalah materi mengenai cara membangun kedekatan dengan siswa melalui kontak mata dan sentuhan, materi mengenai nada dan intonasi dalam komunikasi, materi mengenai mengatur ekspresi saat berkomunikasiserta materi tentang cara mengajak rekan kerja lain untuk saling bekerjasama. Perubahan yang dirasakan setelah mengikuti pelatihan adalah  peserta  menjadi  lebih mampu untuk memahami siswa, mengetahui cara-cara pendekatan kepada siswa dan bisa lebih mendengarkan saat berkomunikasi dengan siswa sehingga mampu memahami apa yang diinginkan oleh siswa. Selain itu menurut para peserta manfaat lainnya dari materi pelatihan adalah menambah kedekatan hubungan antara guru dengan siswa, guru BK lebih memberanikan diri untuk mengkomunikasikan permasalahan siswa dengan rekan kerja yaitu guru bidang studi yang lain serta peserta mampu berbagi ilmu dengan rekan kerja yang lain yaitu guru bidang studi yang lain.