Kiprah Mahasiswa: Psikologi Menyapa, CEP Mengabdi

Masih banyak kesempatan untuk menjadikan Desa Legok Pegok maju terutama di Bidang Pendidikanya. Banyak anak-anak yang masih ingin melanjutkan pendidikanya ke jenjang selanjutnya, namun mereka tidak tau bagaimana caranya.  Selain itu juga  terkendala akan biaya dan akses yang jauh untuk menuju SMP terdekat” . Cindy Aprilia kordinator pengabdian masyarakat CEP

CEP (Community of Education Psikologi) mengadakan pengabdian di SD Negeri Legok Pegok, Kecamatan Pesuh, Kabupaten Bandung. Pengabdian dilaksanakan selama 7 hari terhitung mulai tanggal 14-20 Februari 2019. CEP mengirimkan sebanyak 18 Mahasiswa untuk memberikan sumbangsihnya terhadap kemajuan pendidikan di tempat tersebut.

SD Negeri  Legok Pegok yang beralamat didesa Drawati Kabupaten Bandung , menurut data dari kemendikbud,  SD ini masih berada didalam  daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) yang masih jauh dari perkotaan. SD Legok Pegok sudah terdaftar di Kemendikbud, sehingga ada satu PNS yaitu Kepala Sekolah yang dibantu dengan 5 tenaga mengajar. SD Legok Pegok memiliki siswa sebanyak 96 dan 3 ruang kelas.

Akses menuju SD Legok Pegok sendiri masih sangat sulit dijangkau, dibarengi dengan medan yang naik turun. Kesadaran orang tua dan warga setempat terhadap pendidikan masih sangat minim. Orang Tua lebih mementingkan perekonomian keluarga dengan menyuruh  anak-anaknya untuk berkebun daripada melanjutkan sekolah.  Selain itu,  tingginya usia pernikahan dini juga mempengaruhi rendahnya anak-anak Desa Legok Pegok untuk melanjutkan sekolahnya.

Guru-guru yang mengajar di SD Legok Pegok  membutuhkan perjuangan yang tidak mudah. Para pengajar harus mendaki bukit untuk mencapai sekolah. Bahkan tidak jarang guru yang telat hadir karena jarak tempuh yang jauh dan medan yang terjal. Hal ini sering mengakibatkan mundurnya jam pelajaran dan Try Out yang harus dilakukan SD tersebut.

Cindy juga berharap agar berbagai pihak untuk turut membantu, “kepada pemerintah dan siapapun yang bisa membantu, InsyaAllah Desa Legok Pegok bisa maju. Kondisi jalanya saja yang terjal namun potensi untuk maju masih sangat tinggi”.