Kuliah Umum Psikologi Komunitas: Pemberdayaan Kelompok Rentan Maluku

“Semua yang saya lakukan bukan hasil dari saya sendiri, melainkan bantuan dari rekan-rekan mahasiswa S1. Sehingga tidak menutup kemungkinan  bahwa mahasiswa S1 Psikologi amat  sangat bisa berbakti kepada daerah masing-masing terkusus untuk Indonesia.” Sherly Turnip, M.Psi, P.hD, Psikolog

Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan mengadakan kuliah umum berkaitan dengan komunitas (8/5/2019). Bertempat di auditorium kampus 1 UAD, kuliah umum kali ini mendatangkan pembicara dari Universitas Indonesia. Fakultas psikologi UAD yang berkonsen pada komunitas, mendatangkan Sherly Turnip, M.Psi, P.hD, Psikolog  yang juga merupakan aktivis komunitas. Selain sebagai peneliti, pembicara  sendiri  merupakan dosen di Fakultas Psikologi Universits Indonesia . kuliah umum kali ini diikuti oleh angkatan 2016 dari  kelas A sampai E pada mata kuliah Assesment  Komunitas dan Intervensi Psikososial  BLB.

Mengangkat tema  Aksi nyata psikologi untuk pemberdayaan kelompok rentan di Maluku, pembicara bercerita tentang pengalamanya saat meneliti daerah rawan konflik di Maluku. Pembicara yang merupakan lulusan dari Norwegia ini, menggambil sample dari tiga pulau berdekatan yaitu Ambon, Buru dan Seram. Ketiga pulau tersebut yang menjadi titik fokus dari penelitianya, baik daerah yang rawan ataupun daerah yang terkena dampaknya.

Sherly menggunakan tiga model intervensi komunitas yang digunakanya, yaitu social drift,  social capital dan social caustion. Social drif berfokus pada layanan psikologis untuk meningkatkan kesehatan mental  pasca terjadinya konflik, sedangkan social capital berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakatnya terkait konflik. Selain itu sherly juga menggunakan intervensi social causation yang mengintervensi tentang financial, gizi dan penciptaan lapangan kerja. Sherly sendiri menggunakan banyak cara untuk memperbaiki financial kelompok tersebut seperti : peminjaman modal berkelmpok dan kredit. Meskipun tidak jarang uang modal yang dipinjamkan tidak kembali, namun sudah mulai ada beberapa kelompok yang sadar tentang hal itu. Hal ini bisa dilihat dengan terproduksinya abon ikan tuna dari warga sekitar. (ysn)