Prof Mohammed Seedat dan Prof Shahnaz Suffla berikan Pelatihan Photovoice di UAD

“Ini kedatangan saya yang kedua di UAD dan saya semakin merasa senang berada disini. Semua yang ada di UAD membuat saya ingin kembali kesini”

Ungkapan tersebut, terlontar dari Prof Mohammed Seedat saat tiba di UAD untuk melakukan kolaborasi riset dengan Tim UAD (AM Diponegoro, Elli Nurhayati, dan Dessy Pranungsari) sekaligus memberikan Pelatihan Photovoice. Kali ini, ikut serta Prof. Shahnaz Suffla rekan dosen di University of South Africa (UNISA). Pelatihan yang diadakan selama 5 hari bertempat di Ruang Sidang Utama Kampus 1 UAD mulai 2 -6 April 2018 memunculkan berbagai respon yang diluar dugaan.

Photovoice bukanlah hal yang baru di dunia Psikologi, namun penerapannya masih sangat minim. Dua puluh peserta dari berbagai kota baik dari akademisi maupun NGO ikut serta dalam pelatihan ini. Berbagai dinamika kehidupan peserta ikut menambah semarak suasana pelatihan. Tak dipungkiri, pelatihan selama 5 hari sangat menguras energi dan waktu peserta, namun hal ini nampak tidak dirasakan sebagai sesuatu yang memberatkan namun justru sangat dinantikan.

Photovoice sendiri dalam pelatihan ini merupakan suatu metodologi dalam penelitian kulaitatif dimana  seringkali digunakan pada penelitian yang melibatkan peserta dalam komunitas secara aktif. Oleh karena itu, partisipan dalam penelitian merupakan bagian dari peneliti. Sangat dapat dirasakan bagaimana dengan metode ini, penelitian menjadi lebih bermakna baik bagi peneliti maupun dari partisipan.

Pengalaman kedua narasumber dalam metode photovoice ini, menjadikan peserta sangat mudah memahami bagaimana penerapan photovoice dalam penelitian. Di dukung dengan banyaknya jurnal-jurnal hasil penelitian terindeks scopus dari Prof Seedat dan Prof Suffla mampu memunculkan insight betapa photovoice tidak hanya menyenangkan bagi partisipan, namun juga bagi peneliti.

Pelatihan photovoice diakhiri dengan sebuah pameran yang dirancang sendiri oleh para peserta pelatihan dimana tujuan dari metode yang ingin disampaikan adalah mengenai ‘Kehidupan Perempuan Bekerja” yang digelar di hall lantai 1 UAD. Kesuksesan pelatihan ini juga dirasakan oleh Prof Suffla sebagai pemateri, yang meskipun sudah meninggalkan Indonesia masih menjalin hubungan yang baik dengan peserta.

“Salam, Hope that you are all well. This brief not is to once again extend my gratitude for thr opportunity to come Indonesia. My engangement wiyh you all was uplifting and very rewarding. I was touched by everuone’s generosity anda warmtsh. And of course, the food was delicious!” ungkap Prof Suffla dalam email