Gratitude Letter antarkan Mahasiswa Psikologi Juarai Essai Nasional

Kabar membanggakan kembali menghampiri Fakultas Psikologi UAD pasalnya kali ini Psikologi UAD kembali mendapatkan prestasi sebagai Juara 1 essay tingkat Nasional di Universitas Muhammadiyah Malang. Kompetisi ini di gelar pada tanggal 25-26 Maret 2017 bertempat di Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang.

Miftahus Sa’adah (2014) selaku mahasiswa UAD yang berhasil menjadi juara nasional pada kompetisi bertemakan psikologi islam tersebut mengangkat sebuah esai berjudul “Gratitude Letter : Membangun Healthful Family melalui Akhlaq Bersyukur”.  Gratitude letter merupakan sebuah tulisan yang berisi ungkapan rasa syukur atas segala nikmat yang diterimanya. Ungkapan ini sebetulnya dapat juga dilakukan secara verbal, namun demikian ketika dituangkan dalam bentuk tulisan maka akan cenderung lebih mudah diingat karena menimbulkan impresi yang mendalam bagi yang menuliskan maupun bagi orang yang dituju. Isi dari tulisan tersebut dapat berupa ucapan terimakasih atas kebaikan-kebaikan sederhana yang diterima baik secara nyata dari sesama anggota keluarga, maupun yang berasal dari Tuhan

Pada kompetisi esai tingkat nasional di UMM di ikuti oleh 27 finalis dari berbagai universitas di seluruh indonesia, kemudian terseleksi 10 esai terbaik dengan perincian dua finalis dari perguruan tinggi swasta dan delapan finalis dari perguruan tinggi negeri. 10 finalis dengan essai terbaik diundang ke Malang untuk mempresentasikan hasil karyanya selama 10 menit dan 15 menit lebih untuk tanya jawab dengan dewan juri. 10 esai terbaik tersebut berasal dari, UAD, UMM, UNAIR, UB, UIN Malang, UIN Jakarta, dan Undip. Hingga terpilihlah 3 esai terbaik yang berhak menjadi juara yaitu:

Juara 1 diraih oleh Universitas Ahmad Dahlan

Juara 2 diraih oleh Universitas Negeri Sebelas Maret

Juara 3 diraih oleh Universitas Muhamadiyah Malang

Gadis asal Jember ini menuturkan bahwa dirinya tidak menyangka bahwa akan menjadi juara nasional, Miftahus dengan konsep yang telah dimilikinya sejak lama, dia hanya berusaha mengupayakan yang terbaik untuk membawa nama UAD. Miftahus berharap kedepannya mahasiswa psikologi lainnya dapat terus berprestasi dengan karyanya masing-masing.