Psychosmart UAD Juara 1 dalam Psychompilation Tingkat Jawa-Bali

CC salatigaMencoba keluar dari zona nyaman, melakukan beberapa hal yang sedikit lebih banyak dibandingkan yang biasa dilakukan mahasiswa lainnya, adalah sebuah usaha untuk menjadi berbeda. Membaca lebih banyak buku dibanding referensi dalam kuliah telah dilakukan oleh ketiga mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan. Tiga mahasiswa yang tergabung dalam sebuah Tim Cerdas Cermat ini beranggotakan Irma Dasi (2013), Muthi’ah Sa’idah (2013), dan Alfareza Arman (2014). Berhasil meraih prestasi sebagai Juara 1 Psychosmart dalam rangka Psychompilation se-Jawa Bali 2016 di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga Jawa Tengah pada tanggal 28-29 Maret 2016.

Rangkaian kompetisi terdiri dari empat babak. Babak 1 mengerjakan soal team, babak 2 mengerjakan soal-soal dengan format game, babak 3 adalah babak rebutan, dan babak 4 Final adalah babak terakhir yaitu presentasi dan analisis kasus. Pada babak final perebutan juara 1, 2, dan 3 seluruh peserta diminta mengulas kasus dan video mengenai “Bystander Effect in Cyber Bullying”

Tim Pikologi Universitas Ahmad Dahlan mendapatkan poin lebih tinggi daripada tim lawan pada tahap semifinal dari Universitas Kristen Satya Wacana dan Universitas Widya Gama karena tim Universitas Ahmad Dahlan mampu menjelaskan secara baik dan detail dan menghubungkan antara bystander effect, dinamika korban maupun pelaku bullying, usulan intervensi yang mampu diberikan untuk menanggulangi kasus cyber bullying serta tindakan preventif untuk mencegahnya.

Dua dari tiga mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan ini sebelumnya juga pernah mengikuti kompetisi Cerdas cermat psikologi di beberapa universitas lain di Indonesia. Namun salah satu peserta baru pertama kalinya mengikuti kompetisi cerdas cermat

“Kesan saya dari mengikuti lomba, awalnya saya merasa ini adalah suatu langkah yang tak pernah dipikirkan dan dilakukan sebelumnya. Namun karena ini adalah cara untuk mendapatkan pengalaman diluar kampus, maka tidak ada alasan untuk sekedar berpartisipasi sehingga muncul motivasi untuk memenangkan lomba. Akhirnya setelah menjadi pemenang dalam lomba ini, muncullah sebuah motivasi lebih besar yang membuat mindsetku berubah untuk terus menjadi lebih baik dalam ranah akademik, dan mendapat ide-ide baru lain yang membuka jalan pikiranku.” Kata Alfa peserta termuda dalam tim psychosmart UAD.

Hasil memang tak akan pernah mengkhianati perjuangan yang teman-teman lakukan hingga mampu membawa nama harum Psikologi Universitas Ahmad Dahlan dalam sebuah kompetisi. Semua cita-cita butuh perjuangan. Bakat, kemampuan, dan finansial hanya mempercepat langkahmu. Tetapi keinginan kuat, usaha, mimpi dengan target dan tujuan yang jelas serta do’alah yang menggerakkan kita sampai kepada tujuan. Menjadi seorang juara bukanlah sebuah muara akhir, tetapi menjadi bermanfaat adalah muaranya. Semoga prestasi yang telah diukir-mahasiswa-mahasiswa ini mampu menginspirasi dan disalurkan kepada mahasiswa lainnya, untuk memberikan kebermanfaatan yang lebih besar.