Mahasiswa Psikologi Menjadi Delegasi Terpilih Konfrensi Pemuda Nasional

img_2216Organisasi Nusantara Muda yang digawangi oleh pemuda-pemudi Semarang setiap tahunnya menggelar event bergensi yaitu “Future Leader Summit”. Future Leader Summit merupakan Konfrensi Pemuda Indonesia tingkat Nasional yang rutin di selenggarakan di Semarang. Begabung menjadi delegasi Future Leader Summit 2016 adalah sebuah kesempatan yang berharga, karena pada tahun ini Nusantara Muda hanya mengundang 240 pemuda pemudi terpilih indonesia yang terbagi dalam enam room diskusi (Potensial Culture, Human Resources, Digital Media, Education Development, Socioprenureship, dan Enviroment) untuk bergabung dalam FLS 2016. Tahun 2016 pendaftar FLS yang terhitung ada sebanyak 1.504 pendaftar dari seluruh Indonesia, berusia 17-30 tahun.

Pada tahun 2016 salah satu mahasiswa Psikologi Amalia Rizkyarini (2013) terpilih dan lolos seleksi sebagai delegasi FLS 2016 yang diselenggarakan di Semarang pada tanggal 1-2 Oktober 2016. Amalia tergabung dalam room Human Resources yang mengangkat tema Woman Empowerment, pada room Human Resources sendiri terdiri dari 40 delegasi terpilih dengan komposisi 35 mahasiswa dari Perguruan Tinggi Negeri dan 5 Mahasiswa dari Perguruan Tinggi Swasta yang tersebar di seluruh Indonesia.

Proses seleksi yang diadalan panitia adalah seleksi berkas berupa Identitas diri, prestasi, pengalaman organisasi, dan kegiatan sosial yang pernah diikuti. Selain seleksi berkas peserta juga diharuskan membuat essai dengan mengangkat isu sesuai dengan room yang dipilih. Essai yang Lia angkat kali ini adalah tentang hak sekolah untuk anak-anak perempuan yang terkena kasus hamil di luar nikah yang selalu berujung pada drop out dari sekolah, tidak mampu melanjutkan ke jenjang lebih tinggi kemudian berujung pada kemiskinan karena rendahnya pengetahuan dan kurangnya ketrampilan. Selain isu mengangkat tersebut, berdasarkan pengalaman menjadi asisten penelitian dosen dengan Ibu Dessy Pranungsari, ia juga mengangkat tingginya tingkat kekerasan dan seks bebas di kalangan anak jalan.

Rangkaian kegiatan dalam FLS 2016 diantaranya Welcoming Session yang bertempat di Pusdiklat BKK Provinsi Jawa Tengah, Semarang Survey Race yang terbagi dalam 6 lokasi, dan Amalia di tempatkan di RS. Karyadi Semarang, Gala Future Leader adalah malam puncak. Gala future leader ini menghadirkan alumni FLS yang telah berhasil berkarya pada bidangnya dan juga kegiatan presentasi isu serta solusi penyelesaian masalah dari hasil Survey dan diskusi pada setiap room. Setelah presentasi seluruh peserta diminta memilih ide atau solusinya, kemudian solusi terbaik dari enam room, serta berdasarkan hasil voting ide terbaik akan diberikan dana pembinaan untuk merealisasikan gagasannya.

Pada hari minggu digelar Grand summit dengan menghadirkan pembicara-pembicara inspiratif yaitu Ibu Marta Santoso Ismail (Assistant Representatif PBB, UNFPA Indonesia), Bapak Sigit Widodo (President Director PT Fukusuke Kogyo Indonesia), dan Anindya Putri (Puteri Indonesia 2015 & Top 15 Miss Univers) yang menceritakan pengalaman-pengalaman inspiratif mereka serta bagaimana peran pemuda Indonesia dalam menghadapi Bonus Demografi 2020 mendatang.

Alhamdulillah ini kesempatan luar biasa yang Allah beri untuk bertemu dan berkolaborasi dengan pemuda-pemudi terpilih Indonesia dalam sebuah konfresi Nasional, jadi semakin termotivasi untuk mengupgrade diri dan memberikan manfaat untuk lingkungan. Saya suka dengan quote Kak Anin saat Grand Summit yang mengatakan bahwa saat kita bermalas-malasan, saat itu pula  akan selalu terlahir kompetitor baru untuk kita. Seolah itu menjadi cambuk untuk berbuat lebih banyak dan melakukan hal yang bermanfaat bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga sudah saatnya memikirkan orang lain juga. Karena mumpung masih muda, otak masih bisa berfikir, dan tenaga juga masih kuat jadi harus terus berkarya sebagai anak Indonesia.” Kata Lia. Indonesia empat tahun lagi akan mulai menghadapi Bonus Demografi, dan disaat itu pemeran utamanya adalah pemuda saat ini, termasuk kita. oleh karena itu kita juga harus menjadi generasi yang terus berbuat untuk kebaikan Indonesia hal terpenting lainnya adalah Indonesia terlalu luas untuk diubah, maka dari itu perlu kolaborasi pemuda untuk merubah sebuah bangsa.