Mengenal Psikologi Militer Lebih Dekat

akmil 2

Dalam rangka meningkatkan kualitas serta taraf belajar para mahasiswa, Fakultas Psikologi UAD terus melakukan upaya–upaya peningkatan cara belajar mahasiswa salah satunya dengan mengundang dosen tamu. Pada tanggal  13-14 Desember 2016 bertempat di Auditorium kampus 1 UAD, Fakultas Psikologi UAD berkesempatan untuk mengundang seorang psikolog yang ahli dalam bidang TNI yaitu Kol.Laut.(KH). Drs.Agus Dwi Yanto, M.Si.,Psikolog. Drs Agus mengisi mata kuliah psikologi kepribadian non proyektif yang di ikuti oleh kelas A,B,C,D,E mahasiswa S1. Pada hari pertama pada tanggal 13 Desember 2016 kuliah di mulai seperti dosen pada umumnya, yaitu  dengan pemaparan materi yang akan disampaikan. Bapak Kolonel  ini memberikan materi tentang dunia kemiliteran yang di hadiri oleh 200 mahasiswa, selain itu juga menyampaikan bahwasanya dalam dunia kemiliteran juga di perlukan akan adanya psikologi untuk keperluan seleksi penerimaan dan sebagainya. diteruskan dengan tes atau cara yang dipakai untuk keperluan seleksi  sampai dengan alat-alat yang digunakan.beliau juga memberitahukan bahwasanya pada masa modern ini telah di kembangkan alat tes berbasis computer untuk meningkatkan layanan seperti CBT(computer basic test)dan CAT (Computer adaptive test).

Dengan tema pengembangan alat ukur atau alat test membuat para mahasiswa mejadi lebih antusias, karena banyak dari materi yang disampaikan tidak  didapatkan di dalam kelas. Kuliah umum kali ini di tutup dengan  sesi tanya jawab oleh pemateri. Pada hari kedua yaitu tanggal 14 Desember 2016 pak Agus Dwi Yanto berhalangan hadir, karena suatu sebab yang tidak memungkinkan untuk kedatangan  beliau. Pada hari kedua kuliah  diganti dengan tugas yang di berikan oleh dosen pengampu mata kuliah.  Ibu Erita selaku dosen berpesan kepada seluruh mahasiswa bahwasanya perlunya perhatian masyarakat psikologi pada isu-isu seperti kebocoran tes dan penggunaan tes yang tidak terkendali

“Menarik dan bermanfaat,dapat menjadi  sumber informasi bagi mahasiswa tentang pengembangan alat tes dandan bagaimana menyikapi adanya kebocoran alat tes di tengah masyarakat” Jelas ibu Erita Yuliasesti selaku dosen Fakultas Psikologi